Gy3ZRPV8SYZ53gDjSFGpi7ej1KCaPY791pMbjB9m

Postingan Populer

Bookmark

Definition of kotlin : Bahasa Pemrograman untuk Aplikasi Android, Jadi Apa itu Kotlin? Kotlin Adalah...

Definition of kotlin : Bahasa Pemrograman untuk Aplikasi Android, Jadi Apa itu Kotlin? Kotlin Adalah... BRC (www.brc.my.id)


BRCDefinition of kotlin : Bahasa Pemrograman untuk Aplikasi Android, Jadi Apa itu Kotlin? Kotlin Adalah... — Bagi kamu yang memiliki passion dan keahlian di bidang pengembangan aplikasi atau software development, istilah Kotlin bisa jadi sudah akrab di telingamu.



Artikel Terkait : Apa itu Software Development? Ketahui Proses, Tipe, dan Daftar Pekerjaannya



Kotlin adalah salah satu bahasa pemrograman yang bersifat open source dan umum digunakan. Namun, apa itu Kotlin dan bagaimana fungsi, fitur, serta kelebihan dan kekurangannya? Nah, simak penjelasannya berikut ini.



Artikel Terkait : Apa Itu Open Source? Berikut ini Definisi, Jenis, Kelebihan, dan Contohnya



Apa itu Kotlin?



Kotlin merupakan bahasa pemrograman general-purpose yang diproses dengan pengetikan statis lewat inferensi tipe. Secara teknis, Kotlin umum digunakan untuk mengembangkan aplikasi Android.



Sebagai bahasa pemrograman, Kotlin bersifat pragmatis, gratis, dan terbuka (open source). Kotlin dirancang untuk Java Virtual Machine (JVM) dan Android dengan menggabungkan fitur pemrograman berorientasi objek dan fungsi.



Kotlin secara umum difokuskan pada keamanan dan dapat dioperasikan secara multi-platform.



Kotlin merupakan produk Google yang dikembangkan oleh JetBrains. Sintaks pengoperasian Kotlin umumnya tidak kompatibel dengan Java.



Namun Kotlin dapat dioperasikan dengan kode Java. Dengan begitu, kode yang ditulis dalam Kotlin berfungsi sebaik aslinya di Java.



Fungsi Kotlin



Secara umum, Kotlin berfungsi untuk mengembangkan aplikasi untuk Android secara lancar dan efektif. Tidak hanya itu, Kotlin juga merupakan bahasa pemrograman multi-platform yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi di berbagai sistem operasi, baik iOS maupun berbasis situs jejaring (web).



Secara fungsi, Kotlin memudahkan software developer dalam mengembangkan aplikasi karena tidak perlu membuat kode dengan bahasa pemrograman berbeda-beda.

Hal ini tentunya dapat mempersingkat waktu pengembangan dan juga evaluasi aplikasi yang telah dirilis atau akan dievaluasi.



Fitur pada Kotlin



Kotlin memiliki beberapa fitur utama yang secara umum lebih ringkas daripada Java. Hal ini terutama ditemukan dalam proses penulisan baris kode yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan penulisan kode menggunakan Java.



Selain itu, Kotlin juga memiliki kemampuan interoperabilitas, yaitu dapat digunakan meski dalam sebuah pengembangan proyek berbasis Java. Beberapa fitur lanjutan Kotlin yang umum adalah sebagai berikut:



  1. Operator overloading : berguna untuk mendeklarasikan kata kunci khusus operator dan dapat digunakan sewaktu-waktu sesuai function yang ditulis.


  2. Lambda expression : merupakan anonymous function dan dapat digunakan sebagai argument function.


  3. String templates : merupakan string literal berisi ekspresi yang sudah disematkan.



Di samping itu, Kotlin juga mudah dipelajari atau digunakan. Hal ini terutama bagi mereka yang memiliki latar belakang pemrograman menggunakan Java, maka mempelajari Kotlin akan lebih mudah.



Hal khusus lain yang menjadi fitur Kotlin adalah dapat memudahkan proses koreksi pengetikan kode karena penulisannya dilakukan secara statis.



Fitur ini akan memudahkan pengembang untuk dapat menemukan kesalahan pada saat kompilasi.



Contoh Penerapan Kotlin



Definition of kotlin : Bahasa Pemrograman untuk Aplikasi Android, Jadi Apa itu Kotlin? Kotlin Adalah... BRC 23 (www.brc.my.id)


Gambar di atas adalah contoh pembuatan/penerapan kotlin, di salah satu aplikasi yang di buat www.brc.my.id, yaitu aplikasi Base Converter, yang di mana saya sendiri menaruhnya kedalam beberapa folder/direktori.





Sekilas tentang aplikasi Base Converter : Base Converter — Di dalam dunia komputer kita mengenal banyak sekali macam-macam bilangan, ada desimal, biner, oktal dan hexadecimal.



Masing-masing bilangan bisa di konversi ke bilangan lainnya, misal dari biner bisa kita konversi ke oktal atau desimal atau hexadesimal, begitu pun sebaliknya.



Jadi dengan adanya tools, maupun berbasis aplikasi android, base converter ini untuk mengkonversikan suatu bilangan, biar lebih di pahami lebih jelas berikut sebagai contohnya:



1. Bilangan Biner disebut juga dengan bilangan basis 2 yang artinya hanya menggunakan 2 angka dalam merepresentasikan sebuah nilai yakni angka 0 dan 1.

Contoh: 10, dalam bilangan biner kita tidak bisa menyebut bahwa bilangan tersebut bernilai sepuluh, namun bilangan tersebut bernilai 2.



Cara menghitungnya ialah: (1x2^1) + (0x2^0) = 2



2. Bilangan Oktal yaitu bilangan basis 8 yang artinya menggunakan 8 angka untuk merepresentasikan sebuah nilai yakni angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7.



Cara menghitung bilangan oktal sama saja dengan menghitung bilangan biner hanya saja pengkalinya diganti menjadi 8 bukan 2 karena bilangan oktal basisnya 8.



3. Bilangan Desimal yaitu bilangan basis 10 yang artinya menggunakan 10 angka untuk merepresentasikan sebuah nilai. Nah bilangan desimal ini adalah bilangan yang sering kita jumpai sehari-hari. Angka yang digunakan oleh bilangan ini adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.



4. Bilangan Hexadesimal bisa juga disebut bilangan hexa yaitu bilangan basis 16 yang menggunakan simbol (huruf dan angka) dalam merepresentasikan sebuah nilai. Simbol yang digunakan ialah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E dan F.




Kelebihan dan kekurangan Kotlin



Untuk dapat melihat dan mempertimbangkan penggunaan Kotlin sebagai bahasa pemrograman favoritmu, berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan Kotlin yang bisa kamu jadikan perhatian.



Kelebihan Kotlin



  1. Meningkatkan efisiensi tim karena ringkas dan sintaksnya intuitif.


  2. Selaras dan relevan dengan kode Java sehingga dapat digunakan bersamaan dengan bahasa pemrograman Java.


  3. Dukungan Android Studio, Integrated Development Studio (IDE), dan Software Development Kit (SDK) memudahkan pemeliharaan dan produktivitas pengembang.


  4. Dapat mendeteksi bug saat kompilasi sehingga pengembang dapat melakukan revisi atau pembenahan secara tanggap.



Kekurangan Kotlin



  1. Perlu waktu untuk mengubah preferensi bahasa pemrograman dari Java ke Kotlin karena mirip tetapi tetap tidak sama.


  2. Kotlin lebih cepat daripada Java saat melakukan incremental build namun tetap kalah di fase clean build.


  3. Pakar atau ahli Kotlin masih sedikit sehingga membutuhkan waktu untuk proses adopsi pemrograman berbasis Kotlin


  4. Memerlukan biaya tambahan untuk pelatihan tim pengembang dalam mempelajari Kotlin.



Nah, itulah tadi ulasan terkait Kotlin yang bisa kamu ketahui. Secara umum, Kotlin merupakan bahasa pemrograman seperti Java namun tergolong masih baru dan belum umum digunakan.



Hal ini tentu membuat Kotlin menjadi lebih menarik untuk dipelajari dan dikuasai agar kamu menjadi salah satu pengguna Kotlin.



Potensi bagi programmer berbasis Kotlin cukup besar, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mempelajari Kotlin sekarang juga.