Gy3ZRPV8SYZ53gDjSFGpi7ej1KCaPY791pMbjB9m

Postingan Populer

Bookmark

Apa itu Gateway? Berikut Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, Jenis, dan Perbedaannya



BRCApa itu Gateway? Berikut Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, Jenis, dan Perbedaannya — Gateway adalah salah satu bagian dari teknologi jaringan komputer yang punya peran penting.



Saking pentingnya, setiap orang tidak akan mampu mengirimkan data maupun mengakses internet tanpa adanya gateway. Lantas, apa sih sebenarnya gateway ini? Biar lebih jelas simak dulu keseluruhan isi artikel berikut.



Apa itu gateway?



Istilah gateway sebenarnya berasal dari kata gate dalam bahasa Inggris yang artinya adalah gerbang, kemudian way berarti jalan.



Jadi bisa disimpulkan pengertian gateway adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan jaringan antara perangkat komputer dan lainnya.



Gateway adalah jaringan dalam telekomunikasi yang menghubungkan dua jaringan dengan protocol transmisi yang berbeda secara bersamaan.



Gateway berfungsi sebagai titik masuk dan keluar untuk jaringan karena semua data harus melewati atau berkomunikasi dengan gateway sebelum dirutekan.



Pada dasarnya, gateway bisa jadi penghubung antar jaringan meski jaringan yang terkait memiliki pola topologi dan arsitektur yang berbeda.



Bukan itu saja, gateway juga bisa menghubungkan tiap varian jaringan komputer berdasarkan ukurannya. Contoh jaringan dan perangkat gateway adalah Internet Service Provider (ISP) dan router yang mampu memberi akses ke setiap jaringan www.



Cara kerja gateway



Secara umum, gateway bekerja dengan sangat sederhana. Biasanya, jaringan komputer memiliki minimal dua atau bahkan lebih tipe gateway interface.



Nantinya, gateway interface ini digunakan sebagai alat penghubung antar jaringan ketika terjadi transfer data.



Ketika satu jaringan ingin berkomunikasi dengan jaringan lain, data akan dilewatkan ke gateway dan kemudian diarahkan melalui jalur yang paling efisien.



Selain merutekan data, gateway juga akan menyimpan informasi tentang jalur internal jaringan host. Karena itu, gateway adalah konverter protocol.



Fungsi utama gateway



Karena gateway memiliki fungsi layaknya konversi protocol, maka ada banyak fungsinya. Beberapa fungsi gateway adalah sebagai berikut.



1. Akses informasi jadi lebih mudah — Berkat kemampuan dalam konversi protocol, fungsi gateway adalah memudahkan pengguna mendapat akses informasi yang dibutuhkan.



Pasalnya, kedua komputer saling tersambung dan bertukar data. Tanpa kehadiran gateway, dua unit komputer yang memiliki perbedaan protocol tak akan bisa melakukan proses tersebut.



2. Hardware sharing — Para ahli teknologi mengatakan, bahwa fungsi gateway adalah untuk saling berbagi fungsi perangkat keras atau hardware sharing.



Misalnya, menggunakan satu alat cetak untuk kebutuhan beberapa orang di suatu ruangan. Nah, hal semacam ini sangat mungkin dilakukan berkat kehadiran sistem gateway.



3. Proses pertukaran data lebih lancar — Mengoptimalkan fungsi gateway bagi organisasi maupun perusahaan tentu sangat penting. Berkat kehadiran teknologi satu ini, suatu bisnis bisa lebih mudah mengintegrasikan sekaligus mengatur data penting yang terdapat di dalamnya.



Apalagi, setiap perusahaan memiliki banyak divisi yang bekerja terpisah antara satu dan lainnya. Inilah alasan mengapa gateway sangat dibutuhkan dalam proses penghubungan komputer.



Namun, jaringan ini tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya seorang admin yang berkewajiban mengatur dan mengontrol keamanan atas data tersebut.



4. Membantu kinerja komputasi — Pada kondisi tertentu, gateway juga berfungsi layaknya jaringan yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan stabilitas dan performa komputasi perusahaan.



Cara paling mudah adalah mendistribusikan setiap tugas komputasi ke unit komputer lain dengan jaringan yang sama ketika overload.



5. Konversi protocol — Seperti yang dikatakan sebelumnya, gateway adalah penghubung dua unit komputer yang memiliki protocol berbeda. Dengan begitu, setiap komputer bisa saling tersambung sehingga terjadi proses pertukaran informasi.



Perlu diketahui, setiap jaringan gateway bisa dioperasikan di setiap tingkat yang ada dalam model jaringan Open System Interconnection (OSI).



Jenis-jenis gateway



Jika dilihat dari arah alur informasi dan data, gateway terbagi menjadi beberapa tipe atau jenis. Beberapa jenis gateway adalah sebagai berikut.



1. Bidirectional — Jenis yang pertama adalah bidirectional gateway yang memungkinkan data bergerak menuju dua arah berbeda. Jadi, jangan heran jika jenis ini juga kerap dijadikan alat sinkronisasi.



2. Cloud storage — Cloud storage gateway adalah server atau node jaringan penerjemah permintaan penyimpanan data menggunakan layanan penyimpanan atau cloud berbeda.



Adapun jenis-jenis cloud ini diantaranya Representational State Transfer (REST) dan Simple Object Access Protocol (SOAP).



Berkat cloud storage, integrasi penyimpanan data pribadi ke aplikasi apapun bisa difasilitasi tanpa membutuhkan transfer aplikasi melalui public cloud. Dengan demikian, komunikasi antar data bisa jauh lebih sederhana.



3. Internet of Things — Gateway satu ini merupakan penggabungan data sensor yang berasal dari semua jenis perangkat IoT. Kemudian dilakukan proses penerjemahan dua atau lebih protocol sebelum data dikirim ke jaringan layanan cloud.



Berdasarkan fungsinya, gateway IoT bisa menghubungkan perangkat jaringan cloud berbasis IoT dengan aplikasi para penggunanya.



4. Network — Jenis gateway berikutnya adalah network yang cukup dikenal lantaran menyediakan interface dua jaringan dan protocol yang berbeda.



Apabila suatu gateway disebut tanpa diikuti jenis atau tipenya, maka bisa disimpulkan hal tersebut merujuk pada jenis network gateway.



5. Unidirectional — Tak seperti bidirectional yang telah dijelaskan di atas, unidirectional gateway merupakan perangkat yang memungkinkan terjadinya proses aliran data di satu arah. Umumnya, unidirectional digunakan sebagai alat pengarsipan.



6. VoIP trunk — Selanjutnya adalah VoIP trunk gateway yang bertugas memfasilitasi proses pertukaran data antar perangkat Public Switched Telephone Network (PSTN) dengan Voice Over Internet Protocol (VoIP).



Berkat perangkat ini, para pengguna PSTN bisa tersambung dalam jaringan VoIP tanpa membutuhkan kehadiran operator.



Perbedaan gateway, router, dan switch



Tak sedikit orang yang merasa bingung dengan istilah gateway, router, dan juga switch. Lantas, apa saja perbedaan di antara ketiga perangkat tersebut?



  1. Router memiliki fungsi mentransmisikan sejumlah paket data ke perangkat lainnya menggunakan jaringan internet dan proses routing.

    Sementara gateway adalah perangkat yang mengubah satu protocol jaringan ke protocol yang lain. Gateway berfungsi sebagai titik masuk atau keluar ke jaringan.


  2. Router fungsi utamanya adalah merutekan lalu lintas dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Sementara fungsi utama gateway adalah menerjemahkan satu protocol ke protocol lainnya, misalnya dari VoIP ke PSTN.


  3. Switch bekerja sebagai jembatan multi-port antar jaringan dalam lapisan data link dan dilakukan pengecekan sebelum meneruskan paket.

    Sementara gateway bekerja sebagai bagian antara dua jaringan pada semua lapisan tanpa melakukan pengecekan kesalahan.